Jumat, 25 Juni 2010

Antara Cinta dan Orang Tua yang Tak Merestui

Nama : Amalia Sari
Nim : 2007112111
Kelas : VI.c

Tema : Menceritakan seorang wanita yang jatuh cinta dengan
Laki- laki tetapi cintanya tidak di restui orang tuanya.
Amanat : Mengajarkan kita untuk bijaksana dalam menyikapi berbagai
masalah yang di hadapi dalam hidup ini di antaranya dalam
memilih antara cinta dan orang tua.


Antara Cinta dan Orang Tua yang Tak Merestui

Kisah ini berawal dari pertemuan antara seorang sahabat sma yang mengenalkan seorang laki-laki pada seorang gadis yang sama sekali belum pernah merasakan jatuh cinta sebut saja Adelia wanita cantik berambut panjang dan berkulit putih ini yang masih menjadi mahasiswa, begitu pula laki- laki itu dia masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan negeri kota palembang. Perkenalan itu pun berlanjut dengan komunikasi dan sms. Wanita belia ini anak dari seorang guru dan wiraswasta. Orang tuanya adelia pun tidak menyetujui kalau anak perempuan satu-satunya berpacaran, kakaknya adelia yang pertama dan kedua sudah bekerja dan adiknya yang kecil masih smp. Di keluarganya adelia sangatlah rajin dan pandai memasak dia tidak segan untuk berbelanja tiap hari ke pasar sehabis pulang kuliah.
Pagi hari adelia bergegas berkuliah di salah satu universitas swasta di sumatera selatan. Sepulangnya dari kampus dia pun mendapat sebuah sms dari sahabat karibnya bernama tiara yang tidak lain yang menjadi makcomblang dari hubungannya dengan laki- laki asli palembang itu, rupanya di sore hari pada hari sabtu itu dia mengenalkanya dengan adelia pria yang menjadi teman frenster dari sahabat akrabnya sewaktu sma dulu sebut saja Kemil leki-laki hitam manis dan berhidung mancung ini kemudian berkenalan dan menjabatkan tangan pada wanita cantik berambut panjang berkulit putih itu bernama adelia. Dan laki-laki itu berkata ” Nama saya Kemil, kamu siapa bolehkah saya berkenalan dengan mu?” dan wanita itu pun menjawab ” Nama saya Adelia Permata Sari ” dengan senyuman yang manis laki-laki itu pun mulai jatuh hati sejak pandangan pertama di teras rumah itu dengan cepat adelia pun menarik temannya tiara dan berkata siapa laki- laki yang kamu kenalkan itu dia mahasiswa jurusan pertanian dia teman yang aku kenal dari frester. Dan Adelia menjawab ” Oh itu temanmu ya tapi aku tidak menyukai penampilan laki- laki seperti itu, memangnya kamu nggak ada yang lain apa ?” dan tiara menjawab ” Adel kamu jangan melihat laki- laki hanya dari sebuah penampilan, ketampanaan, dan materinya saja teman melainkan sifat dan akhlak baiknya ” dan lia kembali menjawab ” ya aku mengerti Tia akan kucoba untuk mempertimbangkan nasehatmu teman”.
Keesokan harinya tia mendapat telpon dari laki-laki itu dia pun mulai pendekatan mencoba menarik hati Adelia, gayung bersambut karena komunikasi dari handphon itu hubungannya pun makin erat dan dekat dan pertemuannya berlanjut dengan jalan ke mall dan nonton. Adelia mulai merasa nyaman dengan sikap ramah, baik serta kejujuran laki- laki itu. Setelah satu bulan Kemil Pun mengajak Adelia untuk jalan ke pusat perbelanjaan di sana dia menyatakan cintanya, ”Adelia maukah kamu menjadi pacarku, aku berjanji menyayangimu dengan segenap hati!” Adelia pun menjawab ” Bisakah aku minta waktu satu minggu untuk menjawab pertanyaan itu ? ” dan Kemil menjawabnya kembali ” Ya ampun aku tidak bisa menunggu lama lagi tolong kamu jawab sekarang, Ia atau tidakm ?” dan wanita belia itu menjawab ” Baiklah aku terima ” dengan senyum yang mereka pada bibir indahnya yang merah merona. Kemil pun tersenyum dan sangat sengang sekali manakala cintanya di terima adelia.
Hari lebaran pun tanpa terasa telah dekat usia satu bulan berpacaran dengan kemil pemuda manis berhidung mancung ini bertempat tinggal tidak jauh dari rumah Adelia. Di hari yang fitri itu Kemil mengajak Adelia kerumahnya untuk di kenalkan dengan orang tuanya, Adel sapaan kesayangannya sebelum menemui keluarga kekasihnya ia dengan semangat membuat kue bronis untuk buah tangan yang di berikannya untuk ibunya Kemil. Sesampainya di depan rumah Kemil pun menjemput Adel di rumahnya, sayangnya di rumah Adel tidak berjumpa dengan orang tuanya. Beberapa menit kemudia dia pun mengjak Adel untuk ke rumah orang tuanya dan sampailah dia di rumah Kemil dengan melangkahkan kakinya tanpa ragu dia mengucap salam ” Asallammualaikum ” dan ibunya menjawab ” Waalaikum salam nak silakan masuk ” lalu Adel oun berjabat tangan dengan kedua orang tuanya Kemil. Rasa nyaman yang di berikan dari keluarga sederhana itu membuatnya senang berkunjung menjumpai keluarga Kemil laki- laki yang di cintainya itu dengan mengunjungi setiap minggunya dan mengobrol dengan ibunya yang terlihat ramah serta baik dalam berbicang- bincang dengannya.
Hari pun mulai sore Kemil bergegas mengantar Adel ke rumahnya dia melihat di depan rumahnya tampak ibunya yang membuka pintu rumahnya dengan muka marah. Tanpa ragu dia mulai mensalami ibu Adel tapi apa yang di dapatnya raut muka sinis dan dingin. Berlahan tapi pasti dia keluar dari rumah itu dengan mengendarai sebuah sepeda motor yang biasa di kenakannya. Sedih tampak pada raut muka Adel manakala pacar yang dia cintai pertama kali di acuhkan dari ibunya. Tapi dia tetap sabar menjalani hubungannya bersama Kemil pria sederhana itu.
Tanpa terasa hubungannya berjalan menjadi satu tahun hari- hari di laluinya bersama kekasih yang di cintainya walaupun tanpa restu kedua orang tuanya. Sedih teriris manakala antara cinta dan orang tua yang harus di pilihnya, namun hatuinya tetap tabah dan berusaha bekerja keras meyakini kedua orang tuanya bahwa laki- laki yang dia cintai itu baik dan jujur walaupu keinginan orang tuanya mendapatkan seorang laki- laki yang usianya lebih tua dari Adel dan memiliki pekerjaan yang mapan. Hal itulah yang mendasari mengapa hubungannya tidak di setujui kedua orang tuanya.
Sampai pada suatu saat Adel selesai sarjana dan dia mendapat pekerjaan menjadi pegawai negeri di daerah jambi. Kemil pun merasa sedih hubungannya berlanjut pazero, hanya komunikasi lewat handpon yang di lakukanya, rasa rindu menghantuinya, gelisah serta cemburu tak terduga menderanya. Dan akhirnya hubungannya pun berakhir karena cintanya tak di restui kedua orang tuanya. Adel pun harus memilih itu antara cinta dan orang tua. Cintanya berakhir di tahun kedua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar